perubahan wujud zat


Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.
Zat berdasarkan wujudnya dapat dibedakan menjadi zat padat, zat cair dan zat gas. sedangkan berdasarkan kemurniannya zat dibedakan atas unsur, senyawa dan campuran

Zat dapat mengalami perubahan, mulai dari perubahan wujud yang bersifat sementara sampai perubahan membentuk zat lain yang bersifat tetap. Perubahan wujud dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah suatu perubahan yang tidak mengasilkan zat baru dan bersifat timbal-balik, artinya dapat kembali ke keadaan semula. Contoh perubahan fisika, adalah :
1. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud zat cair disebut melebur atau meleleh. Misalnya, mentega berbuah menjadi minyak ketika dimasukkan ke dalam penggorengan. pada perubahan wujud dari padat ke cair membutuhkan kalor (energi),

2. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud padat disebut membeku. Misalnya, air menjadi es dalam lemari es. Pada perubahan ini terjadi pelepasan kalor (energi)

3. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud gas disebut menguap. Contohnya, air menjadi uap air ketika dipanaskan. perubahan ini akan membutuhkan kalor (energi).

4. Perubahan dari wujud gas menjadi cair disebut mengembun. Contohnya, embun di pagi hari terbentuk karena perubahan uap air di udara menjadi air. Perubahan ini tidak memerlukan kalor (melepas) kalor.

5. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas disebut menyublim. Contohnya, penguapan kapur barus. perubahan ini membutuhkan kalor.

6. Perubahan dari wujud gas menjadi wujud padat disebut mengkristal (menyumblim). Contohnya, perubahan uap air menjadi salju. Perubahan ini tidak memerlukan energi atau melepas kalor.

Perubahan fisika dapat disebabkan oleh:

· Penerimaan panas oleh zat
Contoh : pada saat terjadinya peristiwa penguapan, pencairan dan penyubliman.

· Pelepasan panas oleh zat
Contoh : pada saat terjadinya peristiwa pembekuan dan pengembunan.

B. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan suatu zat baru. Contoh dari perubahan kimia antara lain :

Contoh dari perubahan kimia antara lain :
a. bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi asap knalpotb. proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan.c. membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan.d. bom meledak yang merubah benda padat menjadi pecahan dan ledakan.
Tambahan :Pada perubahan fisika dapat dikembalikan dari bentuk hasil output menjadi imput, namun pada perubahan kimia tidak dapat dikembalikan menjadi bentuk semula secara sempurna.

Sebab-Sebab Terjadinya Perubahan Kimia

Perubahan kimia dapat diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain :

· Pembakaran
Contoh : pada saat pembkaran kayu atau kertas.
Pada perubahan kimia ini, energi panas diberikan pada zat sehingga terbentuk zat baru yaitu arang (mengandung karbon) dan gas yang lepas sebagai asap.

· Pencampuran
Pencampuran dua zat atau lebih yang menghasilkan zat baru.
Contoh : natrium hidroksida dicampur dengan asam klorida membentuk natrium dan air.

· Aliran Listrik
Contoh : ketika mengisi ulang aki kendaraan. Aliran listrik mengakibatkan terjadinya perubahan kimia dalam aki sehingga aki dapat digunakan kembali.

Ciri-Ciri Perubahan Kimia

Perubahan kimia dapat ditandai dengan :

· Pembentukan Gas
Ketika reaksi kimia sedang berlangsung maka kita dapat melihat terbentuknya gelembung-gelembung gas di dalam dalam larutan.
Contoh : Saat stronium atau berium dimasukkan ke dalam air.
Kemungkinan gas yang dihasilkan adalah gas hidrogen, tidak mungkin oksigen karena memiliki sifat membantu kebakaran, tidak mungkin juga karbon dioksida karena memiliki sifat menghambat pembakaran.

· Pembentukan Endapan
Contoh : reaksi antara perak nitrat dengan natrium klorida yang membentuk endapan perak klorida yang berwarna putih.

· Perubahan Warna
Contoh : tembaga karbonat yang berwarna hijau akan berubah menjadi tembaga oksida yang berwarna kehitaman dan karbon dioksida akibat pembakaran.

· Perubahan Suhu
Perubahan suhu yang terjadi bisa naik atau turun.
Perubahan kimia yang disertai dengan kenaikan suhu disebut eksotermis, contoh : proses pernapasan dalam tubuh kita dan pembakaran.
Perubahan kimia yang disertai dengan penurunan suhu disebut endotermis, contohnya : proses fotosintesis pada tumbuhan dan memasak makanan

· Kecepatan Reaksi (Perubahan)
Reaksi kimia ada yang berlangsung cepat, contohnya ketika membakar korek api, reaksi kimia juga ada yang berlangsung lambat, contohnya : pengeringan atau pengerasan semen dengan sempurna yang digunakan untuk membangun rumah atau bangunan lainnya.
Kecepatan reaksi dapat diketahui dengan mengukur sesuatu yang berubah terhadap waktu, misalnya mengukurpengurangan massa zat dalam erlenmeyer selama selng waktu tertentu atau dengan mengukurjumlah gas karbon dioksida yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu (pertambahan volume gas).

· Pengendalian Reaksi
- Suhu Reaksi = makin tinggi suhu, makin cepat pula partikel pereaksi bergerak, akibatnya tumbukan antar partikel semakin sering sehingga mempercepat perubahn atau reaksi kimia.
- Konsentrasi Pereaksi = secara umum, makin konsentrasi pereaksi, makin cepat suatu reaksi berlangsung. Hal ini berkaitan dengan jarak antar partikelpada pereaksi. Makin besar konsentrasi pereakse, maka jarak antar partikel pereaksi makin dekat.
- Luas Permukaan Sentuh = semakin kecil luas permukaan sentuh, semakin cepat kecepatan reaksi. Contoh : kayu yang sudah terpotong akan lebih cepat terbakar daripada kayu yang masih berbentuk kayu gelondongan, karena luas permukaan kayu yang kontak dengan api lebih kecil sehingga api sulit membakar kayu.
- Katalis = Katalis adalah senyawa yang dapat mempercepat kecepatan reaksi. Meskipun katalis berperan dalam mempengaruhi kecepatan reaksi, tetapi katalis tidak ikut bereaksi.
Contoh katalis kimia : Besi yang digunakan dalam pembuatan amonia dari gas nitrogen dan hidrogen. Amonia digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk dan asam nitrat.
Contoh katalis biologis : enzim amilase yang terdapat dalam air ludah.


Reaksi Kimia di Sekitar Kita

· Korosi (karat)

Korosi dapat terjadi akibat reaksi kimia antara logam dengan oksigen dan uap air di udara. Korosi yang terjadi pada logam besi dan baja dinamakan karat. Korosi yang terjadi pada logam sangat berbahaya.
Contohnya : jika sepeda yang kita naiki berkarat hingga keropos, sepeda itu bisa patah. Contoh lainnya : korosi pada peralatan makan atau dapur dapat membahayakan kesehatan, maka sekarang peralatan makan dan dapu dibuat dari stainless steel yaitu paduan besi, nikel dan krom. Logam paduan ini tidak mengalami korosi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

... Theresia lidya noova...