jenis-jenis awan

pesona keindahan alam selalu memberikan keteduhan hati, menimbulkan inspirasi. seperti disore hari yang begitu cerah, langit berwarna biru yang cerah dihiasi oleh segerombolan awan-awan yang berjalan beriringan, gerombolan burung2 terbang memamerkan keindahan sayapnya begitu indah alam ciptaan Allah ini. Awan yang terlihat bermacam-macam bentuknya,,dan ini selalu menjadi pedomankondisi cuaca di suatu daerah. tahuah kamu sebenarnya apakah awan itu? ??
Awan ialah gumpalan uap air yang terapung di atmosfer. Ia kelihatan seperti asap berwarna putih atau kelabu di langit.

Tahukah kamu bagaimana proses terbentuknya awan??
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:

  1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
  2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.

Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.

Namun jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan hilanglah awan itu. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Jenis-jenis awan

A. menurut bentuknya awan terbagi menjadi beberapa jenis :

1. awan commulus, yaitu awan yang bergumpal dan bentuk dasarnya horizontal.

2. awan stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata

3. awan cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan.

B. Klasifikasi awan mengikut ketinggian


Awan dibahagikan kepada dua kategori umum: berlapis dan bergumpal. . Dua jenis awan ini seterusnya dikelompokkan atas empat kumpulan berdasarkan ketinggiannya..

1. Awan Rendah
- terdiri dari awan Stratokumulus, awan Nimbostratus dan awan Stratus.
- terletak kurang daripada 3000 meter dari muka bumi.
- Awan Stratokumulus kelihatan kasar.
- Awan Nimbostratus gelap dan mempunyai lapisan-lapisan jelas dan dikenali juga sebagai awan hujan
- Awan Stratus sangat rendah, tebal dan berwarna kelabu.

2. Awan Sederhana Tinggi
- tediri dari awan Altokumulus dan Altostratus.
- letaknya antara 3000 hingga 6000 meter dari muka bumi
- Awan Altokumulus berkepul-kepul, tidak rata dan berlapis.Awan itu menandakan keadaan cuaca yang baik.
- Awan Altostratus lebih padat, berwarna kelabu dan kelihatan seperti air.

3. Awan Tinggi
- terdiri dari awan Sirus, Sirokumulus dan Sirostratus
- Awan Sirus kelihatan seperti kapas tipis dan awan ini menunjukkan cuaca agak cerah.
- Awan Sirokumulus kelihatan seperti sisik ikan.
- Awan Sirostratus ialah awan putih yang tipis

4. Awan yang Tinggi ke Atas
- terdiri dari awan Kumulus dan awan Kumulonimbus.
- letaknya kira-kira 6000 hingga 9000 meter dari muka bumi.
- Awan Kumulus terbentuk kelompok-kelompok bulat
- Awan Kumulonimbus berbentuk kelompok-kelompok besar. Kelompok-kelompok yang berwarna putih dan hitam ini mempunyai bentuk dan rupa yang beranekaragam. Awan membawa hujan yang disertai dengan kilat dan petir.

kemudian, para ilmuwan dari Royal Meterological Society (RMS)menemukan jenis awan yang unik. Awan ini kemudian diklaim menjadi variasi awan baru yang teridentifikasi dalam abad ini.

RMS kini tengah berupaya menyelidiki lebih jauh tentang awan yang diberi nama Asperatus ini. Mereka tengah mengupayakan agar Asperatus bisa secara resmi masuk ke dalam daftar istilah internasional yang bisa digunakan dalam pengidentifikasian awan. Jika berhasil, ini adalah pertamakalinya variasi awan diklasifikasikan sejak 1953, demikian keterangan yang dikutip dari BBC, Rabu (3/6/2009).

Jenis awan baru ini berbentuk awan gelap yang bergulung-gulung di angkasa dan sudah sering ditemukan di berbagai lokasi di seluruh dunia.

“Jika dilihat dari bawah, awan ini sedikit terlihat seperti riak-riak ombak kecil yang terputus-putus,” kata Gavin Pretor-Pinney, pendiri Cloud Appreciation Society, sekaligus penemu Asperatus.

“Kami mencoba mengidentifikasi dan mengklasifikasikan setiap foto awan yang kami temukan. Ketika melihat Asperatus, kami melihat ada ciri-ciri khusus yang belum pernah kami temukan dalam kategori awan sebelumnya. Oleh karenanya pada saat itu saya mulai berpikir bahwa kemungkinan besar ini adalah jenis awan baru,” terang Gavin.

Lebih lanjut Gavin menjelaskan, diberi nama Asperatus karena permukaan bawah Asperatus terlihat kasar dan berombak. Asperatus berasal dari bahasa latin yang artinya kasar.

“Asperatus nampak terlihat dalam kumpulan badai angin yang besar. Namun beberapa laporan menyebutkan bahwa awan ini cenderung terpecah tanpa membentuk badai terlebih dahulu,” kata Gavin.

RMS kini tengah mengumpulkan informasi lebih rinci mengenai data cuaca dan lokasi Asperatus ditemukan untuk memahami olebih tepat apa yang menyebabkan terbentuknya awan Asperatus.

Dalam ilmu telaah awan, terdapat sepuluh bentuk dasar awan yang diklasifikasikan dalam istilah genus. Setiap genus menggambarkan dimana awan-awan tersebut terbentuk, intensitas kemunculan mereka, termasuk klasifikasi mengenai awan stratus, cumulus dan cirrus.

Genre ini kemudian dibagi kedalam dua spesies awan yang menggambarkan struktur internal dan bentuk dan variasi awan yang menggambarkan transparansi dan penyusunan awan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

planet baru yang mirip Bumi


Para ahli astronomi asal Eropa menemukan planet baru yang diberi nama 581 C, di luar sistem tata surya kita mirip dengan bumi. Sekilas deskripsi mengenai penemuan planet 581 C ini :
- Dilihat dengan menggunakan teleskop observatorium Eropa Selatan di La Silla Cile.
- Planet ini mengitari bintang merah Gleise 581
- Memiliki kandungan air
- Temperatur dan bentuk belum diketahui pasti
- jarak dari bumi 120 triliun mil

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minuman Astronot untuk Orang Sipil


Rabu, 1 Juli 2009 | 08:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berjalan di ruang angkasa, melawan gaya tarik bumi (gravitasi) yang ekstrem, merupakan hal-hal yang harus diatasi oleh para astronot. Mereka harus terus dalam kondisi cukup cairan dan sehat. Hal yang sulit dipertahankan di dalam pesawat ruang angkasa.

Agar para astronot tidak mengalami kelelahan otot dan pusing-pusing karena dehidrasi, ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengembangkan formula elektrolit yang bisa kita konsumsi.

Formula tersebut berupa cairan konsentrasi yang jika dicampur air akan langsung mampu memulihkan hidrasi dan mencegah kehilangan cairan tubuh.

Ilmuwan NASA Ames Research Center di Moffett Field, California, AS, melakukan riset itu selama 15 tahun. Para astronot NASA meminumnya selama sekitar 20 tahun.

Versi komersial dari produk tersebut diberikan lisensinya kepada Wellness Brands Inc of Boulder, Colorado, AS, dan diberi merek ”The Right Stuff”. Pesanan pertama dikirimkan tanggal 11 Juni lalu.

”Kami mengembangkan formula hidrasi agar kita bisa berkinerja dengan optimal pada kondisi ekstrem. Kesehatan astronot kami yang amat terlatih sungguh luar biasa,” ujar John Greenleaf, mantan peneliti di Ames yang juga penemu formula tersebut.

Pada studi NASA sejak awal pengembangan minuman ini, diketahui bahwa minuman tersebut mampu memacu daya tahan hingga 20 persen dibandingkan dengan seseorang yang minum air biasa atau minum sesuatu yang mengandung karbohidrat. (ISW)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Astronot Minum Air Seni Didaur Ulang


Jumat, 22 Mei 2009 | 13:31 WIB

HOUSTON, KOMPAS.com — Para astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) untuk pertama kali minum air hasil daur ulang air seni sendiri.

Para awak menggunakan apa yang disebut Water Recovery System, yaitu alat seharga 250 juta dollar AS. "Kontrol misi NASA memberi air minum dari urine yang telah didaur ulang kepada astronot Ekspedisi 19 di Stasiun Ruang Angkasa Internasional," bunyi pernyataan NASA, Kamis (21/5).

Komandan Rusia Gennady Padalka, awak Mike Barratt dari Amerika serta Koichi Wakata dari Jepang merayakan keberhasilan uji coba itu dengan meminum bersama-sama air hasil daur ulang itu. "Rasanya luar biasa," kata Barratt.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kura-kura Leher Ular Rote Kembali ke Habitat


ROTE, KOMPAS.com — Kabupaten Rote Ndao memiliki jenis reptilia unik yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Reptilia ini adalah Kura-kura Leher Ular Rote atau Chelodina mccordi. Reptilia ini termasuk ordo testudines dari famili chelidae dan subfamili chelodina.

Kura-kura kecil leher panjang ini dinyatakan sebagai spesies baru tahun 1994 setelah dilakukan penelitian oleh lembaga ilmiah bekerja sama dengan Departemen Kehutanan. Spesies ini merupakan pecahan dari C. Novaeguineae.

Sayang, akibat diperjualbelikan, kura-kura leher ular tidak ada lagi di wilayah Rote Ndao. Masyarakat Rote Ndao bahkan telah lupa dengan keberadaan kura-kura ini. Reptil yang hidup endemik di Danau Naluk dan Danau Enduy Pulau Rote ini justru dikembangbiakkan di daerah lain.

Agar spesies ini tidak punah, Departemen Kehutanan memandang perlu mengembalikan kura-kura ini pada habitatnya di Pulau Rote agar populasinya naik di habitat aslinya.

Upaya pelestarian kura-kura ini sesuai amanat Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, PP/8/1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, Permenhut no. P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar bab X tentang Pengembalian ke Habitat Alam (restocking) dan Status Satwa Purna Penangkaran.

Menurut rencana, kura-kura leher ular Rote akan dilepasliarkan di Danau Peto di wilayah Desa Maubesi, Kecamatan Roteng, Kabupaten Rote Ndao. Spesies kura-kura leher ular Rote yang akan dikembalikan ke habitatnya di Pulau Rote sebanyak 40 ekor. Kura-kura ini akan dilepasliarkan di danau Peto sebagai alternatif danau untuk dijadikan lokasi habitat kura-kura tersebut.

"Kura-kura ini langka dan hampir punah. Bahkan, di Pulau Rote sudah tidak ada lagi sehingga yang ada di penangkaran akan dikembalikan ke habitatnya dan dikembangbiakkan. Pelepasan kura-kura ke habitatnya rencananya akan dilakukan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, tanggal 10 Juli 2009 setelah pelaksanaan pilpres," kata Asisten II Pemkab Rote Ndao, Sonny Sayd.

Kura-kura leher ular dewasa bisa mencapai ukuran 15-25 cm dan memiliki bentuk karapas (tempurung) yang unik dengan sisi karapas melengkung ke atas. Reptil ini acap ditemukan di toko-toko hewan walau di tempat asalnya mereka sudah sulit dijumpai. (mar)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Laut Asam, Telinga Bertambah Besar


Minggu, 28 Juni 2009 | 16:29 WIB

KOMPAS.com - Karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan lautan menjadi asam ternyata mengakibatkan telinga ikan bertambah besar ukurannya. Telinga ikan tidak terlihat karena berada di dalam tubuhnya.

Seperti pada manusia, telinga ikan juga berfungsi mengatur gerakan. Ahli biologi oseanografi, David M Checkley dari The Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, melakukan percobaan, membesarkan ikan bas di perairan dengan kandungan CO2 enam kali lipat level normal. Ternyata otolit (tulang kuping) ikan tumbuh 15-17 persen lebih besar dari ukuran normal.

Percobaan lalu dilakukan pada air laut dengan kandungan CO2 sebesar 3,5 kali lipat kandungan normal—perkiraan kandungan CO2 pada tahun 2100—ternyata otolit ikan membesar 7-9 persen. Penelitian selanjutnya adalah untuk mengetahui adakah dampak jangka panjang kondisi tersebut pada ikan. (ISW)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indonesia Luncurkan Radar Buatan dalam Negeri


BANDUNG, KOMPAS.com - Radar produksi anak negeri diluncurkan di Bandung, Kamis bersamaan digelarnya sebuah seminar bertajuk Radar Nasional 2009. Peluncuran dilakukan bersama Pusat Penelitian Eletronika dan Komunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI) bekerjasama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Inforatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) dan International Research Centre for Telecommunication and Radar Belanda.

Radar tersebut diberi nama INDRA (Indonesian Radar). INDRA sendiri adalah Radar pertama kali yang diproduksi oleh Indonesia. Sampai saat ini INDRA masih dalam pengembangan lebih lanjut agar bisa menyaingi radar-radar buatan luar negeri.

Radar buatan Indonesia ini mempunya keunikan dari beberapa radar yang sudah ada. Dengan menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW), konsumsi daya dan ukuran radar menjadi lebih kecil dari ukuran radar pada umumnya tanpa mengurangi keunggulan yang mengikuti perkembangan jaman.

Selain acara seminar yang diadakan oleh PPET LIPI ini, juga sebuah acara peluncuran produk radar buatan Indonesia. Dalam peluncuran radar buatan Indonesia terdapat dua buah produk Radar hasil litbang oleh anak bangsa yaitu Radar Pengawas Pantai dan Radar Navigasi Kapal.

Dalam seminar dan peluncuran radar buatan Indonesia yang pertama kali ini dihadiri staf ahli Menristek bidang hankam dan perwakilan TNI AU yabg diwakili oleh Marsekal Pertama TNI Wasito. Selain itu, turut hadir pula pembicara dari Belanda yaitu Prof Dr Ir Leo P Ligthart, seorang ahli Radar dari IRCTR-TU Delft.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

mobil berbahan bakar coklat


LONDON, KOMPAS.com - Alternatif bahan bakar ramah lingkungan bisa dari bahan apa saja bahkan yang mungkin tak terpikirkan sama sekali sebelumnya. Kalau di Indonesia pernah diperkenalkan jelantah atau minyak goreng bekas pakai sebagai bahan bakar mobil, di London, Inggris para ilmuwan menggunakan coklat sebagai bahan bakar.

Mobil bertenaga coklat itu untuk pertama kalinya diperkenalkan Selasa (5/5). Jangan berpikir yang dipakai adalah cokelat batangan karena harganya bisa selangit. Yang mereka gunakan adalah limbah coklat dari pabrik yang selama ini dibuang dicampur minyak nabati sebagai biofuel.

Tidak hanya bahan bakarnya yang ramah lingkungan, mobil tersebut juga dibuat dari serat tumbuh-tumbuhan yang tak beracun. Misalnya, ban terbuat dari serat wortel dan akar-akaran, tempat duduknya dari campuran rami dan busa minyak kedelai. Body-nya pun dari serat tumbuh-tumbuhan.

Kecepatan lajunya tak kalah dengan mobil pada umumnya. Pada pengujian saat ini baru dikebut 96 kilometer perjam namun saat diuji coba di jalur belapan diharapkan mampu menembus kecepatan 232 kilometer perjam. Mobil yang diberi nama "WorldFirst Formula 3 racing" car itu memang akan digunakan dalam balapan European Grand Prix dan Britain's Goodwood Festival of Speed.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sembuhkan Alergi dengan Teori Fisika Kuantum

Penyakit alergi tak melulu disembuhkan dengan obat ataupun suntikan. Belakangan, alergi juga bisa disembuhkan dengan sebuah teknologi mesin. Metode ini disebut dengan terapi bioresonansi yang mampu menyembuhkan alergi dengan frekuensi gelombang elektromagnetik. Tingkat keberhasilannya mencapai 80 persen.

ALAT yang digunakan dalam terapi bioresonansi disebut BICOM (Bio Communication) 2000. Alat ini ditemukan oleh Hans Brugemann dari Jerman sekitar tahun 1976, dan dipopulerkan oleh Dr Peter Schumacher untuk menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan alergi.


Cara menggunakannya cukup sederhana. Pada proses deteksi dan penyembuhan alergi, pasien duduk di kursi atau berbaring di dekat BICOM 2000. Dari alat tersebut, menjulur kabel yang dihubungkan ke elektroda berupa bola yang dipegang pasien. Dan di bantalan tempat duduk atau pembaringan pasien, terdapat kabel lain yang terhubung ke mesin tersebut.

Selanjutnya, frekuensi gelombang alergen akan ditangkap oleh BICOM 2000. Seperti bayangan cermin, gelombang ini dibalik dan menghasilkan pola gelombang yang berguna menyembuhkan alergi.

“Setelah terapis memasukkan program penyembuhan yang akan dilakukan dan menekan tombol start, maka proses penyembuhan pun berjalan. Setelah selesai, mesin akan mati dengan sendirinya. Lamanya waktu terapi berkisar antara 15-30 menit,” kata dr Erica Lukman, SpTHT-KL,MQIH yang mempraktikkan terapi ini di kliniknya, Panacea Clinic Balikpapan.

Menurut dr Erica, penyembuhan alergi dengan terapi bioresonansi ini tidak menimbulkan rasa sakit. Karena proses penyembuhannya dilakukan tanpa pemberian obat-obatan dan suntikan. Disamping itu, terapi bioresonansi juga dapat dilakukan oleh semua usia, bahkan terhadap bayi sekalipun.

“Umumnya, pengobatan medis menggunakan pendekatan ilmu biologi. Sedangkan terapi bioresonansi adalah pengobatan yang menggunakan pendekatan ilmu fisika kuantum, yaitu ilmu fisika yang berdasarkan pada teori Einstein,” ucap dr Erica.

Secara singkat, terang Erica, teori dalam fisika kuantum yang mendasari terapi ini adalah, bahwa sebenarnya setiap sel dalam tubuh kita selalu berkomunikasi satu sama lain pada frekuensi tertentu. Jika komunikasi tersebut berjalan harmonis, berarti orang itu berada dalam kondisi sehat. Namun jika toksin atau benda tertentu yang bisa menyebabkan alergi masuk ke tubuh, maka pola frekuensinya akan terganggu dan menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. “Satu-satunya di Kalimantan yang menggunakan terapi bioresonansi adalah Panacea Clinic.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
... Theresia lidya noova...